SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini melalui kegiatan “Pembinaan Kader BKB Desa Sebatu” yang digelar pada Rabu (20/5/2026). Acara yang berlangsung di Desa Sebatu ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Sebatu, I Gede Bawa Sujana, S.Sos., M.I.Kom, Ketua BPD Sebatu, I Made Adnyana, serta diikuti oleh seluruh kader Bina Keluarga Balita (BKB) se-Desa Sebatu.

Kegiatan pembinaan ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama untuk mempertajam kompetensi kader di lapangan. Sesi pertama dipandu oleh Ni Komang Ayu Puspawati, S.S., M.I.Kom, yang memaparkan pentingnya strategi komunikasi dalam mengedukasi orang tua balita. Beliau menekankan bahwa masa balita merupakan periode emas perkembangan anak, sehingga peran kader sangat vital sebagai pendamping dan edukator keluarga.
“Komunikasi yang efektif dari kader harus mengedepankan prinsip kejelasan, empati, dan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh orang tua dengan latar belakang yang beragam,” ujar Ayu Puspawati dalam paparannya. Ia juga mengingatkan kader untuk selalu melibatkan orang tua secara aktif dan menggunakan contoh nyata dalam setiap penyuluhan.

Pada sesi berikutnya, Kadek Isma Melandari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, memberikan pendalaman mengenai teknik konseling bagi kader BKB. Beliau menyoroti banyaknya mitos di masyarakat yang perlu diluruskan, seperti anggapan bahwa tantrum adalah tanda anak nakal atau penggunaan gadget saat makan adalah hal wajar.
“Tugas utama kader bukanlah sekadar menyelesaikan masalah, melainkan menjadi ‘lampu’ yang membantu orang tua melihat jalan dan kekuatan mereka sendiri dalam mengasuh anak,” jelas Kadek Isma. Ia membekali para kader dengan teknik mendengar aktif, di mana kader diajarkan untuk tidak menghakimi, melayani dengan ramah, dan mampu memvalidasi perasaan orang tua sebelum memberikan solusi yang realistis.
Sekretaris Desa Sebatu, I Gede Bawa Sujana, dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas antusiasme para kader. Beliau berharap melalui pelatihan ini, para kader BKB dapat menjadi ujung tombak yang handal dalam mengedukasi masyarakat, sehingga anak-anak di Desa Sebatu dapat tumbuh dan berkembang secara optimal melalui pola asuh yang benar dan ilmiah.


Acara ditutup dengan sesi simulasi penggunaan media pendukung seperti Kartu Kembang Anak (KKA) dan alat permainan edukatif lainnya yang diharapkan dapat memperkuat interaksi kader dengan masyarakat di masing-masing banjar.
Berita ini merangkum sinergi antara kebijakan pemerintah desa dengan kebutuhan peningkatan kapasitas teknis bagi para penggerak di tingkat akar rumput demi masa depan generasi Desa Sebatu. widyawangsa | operator