SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu menunjukkan keseriusan dalam menangani isu kesehatan nasional melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang digelar pada Senin (25/5/2026). Bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Sebatu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program pencegahan stunting serta menyusun langkah strategis untuk tahun mendatang.

Acara resmi dibuka oleh Perbekel Sebatu dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pendamping Desa Kecamatan Tegallalang, PPL Pertanian, Ketua serta perwakilan perempuan BPD Sebatu, hingga jajaran pengurus Rumah Desa Sehat (RDS).
Dalam pemaparannya, tim RDS Desa Sebatu menyampaikan kabar menggembirakan terkait tren penurunan angka stunting di wilayahnya. Tercatat, pada tahun 2024 terdapat 34 balita terindikasi stunting, dan jumlah tersebut menurun signifikan menjadi 24 orang pada tahun 2025. Meskipun mengalami penurunan sebanyak 10 anak, Perbekel menekankan bahwa pencapaian ini tetap menjadi “pekerjaan rumah” bagi seluruh pihak agar target nol stunting dapat tercapai melalui kerja keras tokoh masyarakat dan kader kesehatan.


Salah satu terobosan yang dibahas dalam rembuk ini adalah implementasi Posyandu Siklus Hidup yang telah berjalan serentak di seluruh banjar sejak Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari reformasi posyandu menjadi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup bidang kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pekerjaan umum. Selain itu, desa juga mulai mengoptimalkan penggunaan aplikasi Electronic Human Development Worker (eHDW) untuk memfasilitasi monitoring konvergensi pencegahan stunting secara digital melalui kader KPM.
“Pelaksanaan Posyandu Siklus Hidup di masing-masing banjar secara garis besar sudah berjalan baik, namun koordinasi antar kader dan prajuru harus terus ditingkatkan,” ungkap perwakilan penyelenggara dalam sesi evaluasi.
Rembuk Stunting kali ini juga berhasil merumuskan skala prioritas usulan untuk Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) tahun 2027. Beberapa poin utama yang disepakati meliputi peningkatan kapasitas kader melalui pembinaan, pengadaan sarana prasarana seperti alat ukur tinggi badan standar, alat cek HB, timbangan digital, hingga dukungan operasional berupa paket data dan seragam bagi kader di berbagai tingkatan (KPM, Posyandu, BKB, BKL, hingga Kesling).


Acara ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan pendamping desa untuk menindaklanjuti seluruh kritik dan saran yang masuk melalui google formulir demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lapangan.
Berita ini merangkum transparansi dan kerja nyata Pemerintah Desa Sebatu dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat. widyawangsa | operator