Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui penyelenggaraan Pelatihan Kader Bina Keluarga Lansia (BKL) pada Kamis (21/5/2026). Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Desa Sebatu ini merupakan langkah strategis untuk mencetak “Lansia Tangguh” yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan desa, termasuk Perbekel Sebatu, Ketua BPD Sebatu, dan Sekretaris Desa Sebatu. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pembangunan keluarga, khususnya perlindungan dan pemberdayaan lansia, merupakan prioritas desa sesuai dengan amanat UU Nomor 52 Tahun 2009.

Dalam sesi pertama, narasumber Putu Sawitri, A.Md.Keb., S.KM., M.Kes. dari BKKBN Kabupaten Gianyar, memaparkan materi mengenai optimalisasi peran keluarga dalam mendukung lansia. Beliau menekankan bahwa lansia akan lebih bahagia dan terawat jika hidup dalam lingkungan keluarga yang mampu menjalankan 8 fungsi keluarga secara optimal.

Pelatihan ini juga memperkenalkan konsep 7 Dimensi Lansia Tangguh, yang mencakup aspek spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, serta lingkungan. “Menjadi tua adalah anugerah, namun hidup sehat adalah pilihan. Kader BKL memiliki peran vital untuk mendampingi keluarga agar lansia tetap berdaya di masa tuanya,” tegas Putu Sawitri dalam paparannya.

Sesi kedua difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis kader melalui materi yang disampaikan oleh Ida Ayu Putu Widnyani, S.Tr.Keb. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. Para kader dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan alat skrining kesehatan awal, mulai dari pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, hingga pemeriksaan gula darah sederhana.

Salah satu poin krusial yang dipelajari adalah metode SKILAS (Skrining Lansia Sederhana). Metode ini dirancang untuk mendeteksi dini penurunan kapasitas intrinsik pada lansia, seperti gangguan kognitif, mobilitas, nutrisi, hingga fungsi indra penglihatan dan pendengaran. Dengan deteksi dini ini, kader diharapkan dapat memberikan rujukan cepat ke fasilitas kesehatan jika ditemukan risiko kesehatan yang serius.

Dalam sambutannya, Perbekel Sebatu menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader. Beliau menekankan bahwa dukungan desa melalui program BKL ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan lansia dan meningkatkan angka harapan hidup di Desa Sebatu.

Acara ditutup dengan praktik langsung penggunaan alat kesehatan oleh para kader, guna memastikan setiap kader mampu melakukan pemeriksaan secara aman, benar, dan teratur di banjar masing-masing. Melalui sinergi antara pengetahuan dan keterampilan teknis ini, Desa Sebatu optimis dapat mewujudkan komunitas ramah lansia yang bermartabat.

——————————————————————————–

Berita ini merangkum upaya nyata Pemerintah Desa Sebatu dalam menginvestasikan kesejahteraan bagi generasi senior demi masa depan desa yang lebih inklusif dan sehat. widyawangsa | operator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *