Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU – Komitmen Pemerintah Desa Sebatu dalam mengawal kualitas hidup dan kesehatan para penglingsir terus direalisasikan secara berkelanjutan. Pada Senin (5/10/2026), bertempat di Desa Sebatu, Sekolah Lansia Desa Sebatu resmi menggelar Pertemuan Ke-8 yang mengangkat topik krusial mengenai “Gangguan Kognitif dan Peningkatan Fungsi Intelektual pada Lansia”.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA ini didampingi langsung oleh Sekretaris Desa Sebatu bersama jajaran Panitia Sekolah Lansia, serta dihadiri puluhan peserta lansia yang sangat antusias. Edukasi kali ini menghadirkan akademisi sekaligus komunikolog, Ni Komang Ayu Puspawati, S.S., M.I.Kom, sebagai pemateri utama.

Memahami Perubahan Normal vs Tanda Bahaya Kognitif

Dalam pemaparannya, Ni Komang Ayu Puspawati menjelaskan bahwa fungsi kognitif merupakan kemampuan vital otak dalam mengingat, berpikir, memusatkan perhatian, memahami informasi, berbahasa, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan. Seiring bertambahnya usia, proses penuaan normal memang dapat menyebabkan seseorang sesekali lupa nama atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat sesuatu.

Namun, peserta diajak untuk mewaspadai gejala gangguan kognitif yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sering lupa kejadian baru, berulang kali menanyakan hal yang sama, mudah tersesat di tempat yang dikenal, hingga kesulitan menemukan kata saat berbicara. “Gangguan kognitif tidak boleh dianggap sebagai hal yang harus diterima begitu saja tanpa penanganan, karena kualitas tidur, pola makan, stres, serta tingkat aktivitas fisik dan sosial sangat mempengaruhi kesehatan otak,” ungkap pemateri.

Ragam “Olahraga Otak” dan Latihan Interaktif

Guna menjaga fungsi intelektual agar tetap tajam, para lansia diajak mempraktikkan langsung ragam “olahraga otak” dan stimulasi mental. Sesi latihan dikemas secara ceria dan interaktif, meliputi:

Pola Hidup Sehat dan Aktivitas Sosial untuk Otak Bugar

Selain stimulasi otak, pemateri menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat yang seimbang. Para lansia diimbau untuk rutin melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, senam, atau berkebun, menjaga pola tidur teratur, serta mengonsumsi makanan bergizi kaya sayur, buah, ikan, dan protein.

Tak kalah penting, interaksi sosial dan kegiatan keagamaan seperti berdoa, sembahyang, serta bersosialisasi dengan sesama warga desa menjadi pilar emosional yang ampuh untuk menjaga kesehatan mental di usia lanjut.

Rangkaian kelas diakhiri dengan pesan bahwa usia lanjut bukanlah halangan untuk terus belajar hal-hal baru dan berkontribusi bagi masyarakat. Jika perubahan kemampuan berpikir mulai mengganggu aktivitas harian, warga disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.


Berita ini disiarkan secara resmi melalui Laman Informasi Publik Desa Sebatu sebagai wujud pelayanan kesehatan lansia yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *