SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan warga lanjut usia melalui penyelenggaraan Sekolah Lansia “Sila Werdha Paripurna” Desa Sebatu Pertemuan Ke-9 pada Senin, 19 Oktober 2026. Bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Sebatu, kegiatan ini didampingi langsung oleh Sekretaris Desa Sebatu bersama seluruh panitia pelaksana dengan menghadirkan Pembina Lansia, I Wayan Kasta, S.H., sebagai narasumber utama. Forum edukatif ini secara khusus mengupas pentingnya peran generasi senior dalam mengenal, melestarikan, dan mencintai kebudayaan daerah setempat sekaligus mengembangkan hobi bermanfaat di masa tua.


Edukasi Kebudayaan Lokal dan Peran Lansia sebagai Penjaga Tradisi
Pengenalan Unsur Budaya Bali dan Kearifan Lokal
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang diwariskan secara turun-temurun. Para peserta diajak membedah ragam kebudayaan daerah Bali, mulai dari kesenian seperti tari Pendet, tari Baris, tari Rejang, hingga tabuh gamelan dan gong kebyar.
Selain seni pertunjukan, materi juga mencakup pengenalan busana adat seperti kebaya, kamen, udeng, dan saput, serta kuliner tradisional khas Bali seperti sate lilit, lawar, tipat cantok, dan jaja Bali. Penguatan sastra daerah melalui peribahasa, cerita rakyat, hingga geguritan turut ditekankan agar kebiasaan berbahasa daerah tidak tergerus zaman.
Peran Aktif Penglingsir dalam Pewarisan Nilai Leluhur
Mempelajari kebudayaan di usia lanjut terbukti memberikan banyak manfaat, seperti melatih ingatan, merangsang aktivitas berpikir, serta meningkatkan rasa bangga dan bahagia. Lebih dari itu, para lansia memiliki posisi strategis sebagai benteng pelestari tradisi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Narasumber mendorong para lansia untuk aktif membagikan sejarah dan pengalaman masa lalu kepada anak cucu, mengajarkan tarian dan lagu tradisional, serta memberikan teladan nyata dalam kegiatan ngayah dan gotong royong.
“Budaya kita adalah jati diri kita. Selama kita masih mau mengenal, mencintai, dan mewariskannya, kebudayaan akan tetap hidup sepanjang masa. Lansia bahagia, budaya terjaga, generasi muda bangga!” ujar I Wayan Kasta, S.H., menegaskan pentingnya peran lansia.


Manfaat Hobi dan Aktivitas Positif untuk Kesejahteraan Lansia
Pentingnya Menjaga Tubuh dan Pikiran Tetap Aktif
Selain materi kebudayaan, pertemuan ini juga membedah pentingnya memiliki hobi di waktu luang, seperti berkebun, menari, memasak, melukis, hingga olahraga ringan dan bersosialisasi. Aktivitas kegemaran yang disesuaikan dengan kemampuan fisik terbukti efektif menjaga tubuh tetap aktif, merangsang kreativitas, dan mengurangi rasa jenuh.
Melalui penyaluran hobi yang positif, para lansia dapat memperluas pertemanan dan meningkatkan rasa percaya diri. Kehadiran hobi yang produktif menjadi pelengkap kesehatan fisik dan mental bagi warga senior di Desa Sebatu.
Harapan Pemdes Sebatu dan Pelestarian Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. Ke depan, Pemerintah Desa Sebatu berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan lansia yang inovatif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui pelaksanaan Sekolah Lansia Pertemuan Ke-9 ini, Pemerintah Desa Sebatu berharap para peserta dapat menerapkan ilmu dan nilai-nilai kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari di banjar masing-masing. Sinergi antara pemerintah desa, narasumber, dan para penglingsir diharapkan terus terjalin demi mewujudkan lansia yang sehat, bahagia, dan berdaya.
Berita ini disiarkan secara resmi melalui Laman Informasi Publik Desa Sebatu desasebatu.id sebagai wujud keterbukaan informasi dan akuntabilitas pembangunan sumber daya manusia di desa.