Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu melakukan terobosan besar dalam pemberdayaan warga senior dengan meresmikan Sekolah Lansia Sila Werdha Paripurna Sebatu pada Selasa (30/6/2026). Bertempat di Kantor Desa Sebatu, peluncuran ini menandai dimulainya program pendidikan sepanjang hayat yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia di wilayah tersebut.

Acara peresmian ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Gianyar, Camat Tegallalang, serta Perbekel dan jajaran perangkat Desa Sebatu. Pembukaan secara simbolis dilakukan dengan pemukulan Grumbungan (gambelan khas Desa Adat Talepud), diikuti dengan penyematan tanda pengenal kepada 30 orang peserta didik yang berasal dari Banjar Pujung Kaja sebagai pilot project pertama.

Investasi Masa Tua yang Mandiri dan Bermartabat

Nama “Sila Werdha Paripurna” memiliki makna mendalam: Sila berarti tangguh, Werdha berarti tua, dan Paripurna berarti menyeluruh. Program ini lahir dari kepedulian terhadap populasi lanjut usia yang kian meningkat, dengan visi mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).

“Menjadi tua adalah kepastian, namun menjadi lansia yang SMART adalah sebuah pilihan dan upaya yang harus kita usahakan bersama,” ungkap Ketua Panitia dalam laporannya. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar formal, melainkan wadah interaksi untuk berbagi cerita, menjaga kesehatan fisik, dan mempererat silaturahmi. Seluruh pendanaan kegiatan ini bersumber dari APBDes Desa Sebatu Tahun Anggaran 2026.

Kurikulum Komprehensif Selama Enam Bulan

Sekolah Lansia ini akan berlangsung selama enam bulan, dari Juni hingga Desember 2026, dengan total 12 kali pertemuan. Kurikulum yang diterapkan sangat komprehensif, mencakup 7 Dimensi Lansia Tangguh, yaitu dimensi spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.

Beberapa topik unggulan yang akan dipelajari para siswa lansia antara lain:

Metode pembelajarannya pun dibuat menyenangkan, menggabungkan ceramah, diskusi, permainan, hingga pemeriksaan kesehatan berkala. Untuk dinyatakan lulus dan mengikuti wisuda pada 7 Desember 2026 mendatang, para peserta didik diwajibkan memenuhi tingkat kehadiran minimal 80 persen.

Perbekel Desa Sebatu, I Wayan Tangsi Asrama, berharap program ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para penglingsir agar tetap berdaya guna dan bahagia di masa tua. Dengan adanya Sekolah Lansia ini, Desa Sebatu optimis dapat mencetak generasi senior yang tangguh dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.


Berita ini merangkum komitmen nyata Pemerintah Desa Sebatu dalam memuliakan dan memberdayakan lansia demi masa depan desa yang lebih inklusif dan sejahtera. widyawangsa-operator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *