Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU – Komitmen Pemerintah Desa Sebatu dalam mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan warga senior terus berjalan secara konsisten. Pada Senin (7/9/2026), bertempat di Desa Sebatu, Sekolah Lansia “Sila Werdha Paripurna” sukses menggelar pertemuan ke-6. Pertemuan kali ini secara khusus membedah pemenuhan nutrisi dan pemeliharaan kesehatan gigi serta mulut sebagai fondasi fisik yang kuat bagi para lansia.

Kegiatan edukatif ini didampingi langsung oleh Plt. Perbekel Sebatu, I Gede Bawa Sujana, S.Sos., M.I.Kom, serta dihadiri oleh segenap pengurus, panitia, dan puluhan peserta didik lansia yang sangat antusias.

Mengatasi Tantangan Penuaan Lewat Gizi Adekuat

Menghadirkan narasumber ahli, Ida Ayu Putu Widnyani, S.Tr.Keb, kelas kali ini membedah tema “Gizi Lansia”. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa penuaan adalah proses alami degeneratif yang memicu penurunan fungsi anatomi, fisiologi, hingga daya tahan tubuh. Penurunan fisik seperti hilangnya gigi, berkurangnya ketajaman indra pembau dan pengecap, kembung, hingga konstipasi sangat mempengaruhi tingkat nafsu makan para penglingsir.

“Deteksi dini serta pemberian zat gizi adekuat merupakan tatalaksana awal yang sangat krusial untuk mencegah terjadinya masalah malnutrisi pada lansia,” terang Ida Ayu Putu Widnyani. Nutrisi yang seimbang sangat penting untuk mendukung fungsi fisik, memperkecil risiko penyakit kronis, menjaga kesehatan mental, serta menghindari risiko disabilitas.

Secara rinci, narasumber membagikan kiat pengaturan gizi bagi warga lanjut usia:

Memelihara Senyum dan Gigi di Hari Tua

Selain pemenuhan gizi, materi kedua berfokus pada “Masalah Gigi dan Mulut pada Lansia”. Penurunan kelenjar air ludah akibat degenerasi usia sering memicu terjadinya mulut kering (xerostomia), yang memperbesar risiko bau mulut serta kerusakan gigi [Slide 4]. Selain itu, para lansia juga rentan mengalami karies (gigi berlubang), keausan gigi, serta penyakit gusi (gingivitis) akibat plak bakteri yang menumpuk [1, Slide 3, Slide 5].

Untuk menjaga kesehatan gigi, lansia diimbau rutin menyikat gigi minimal dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur), mengurangi makanan manis [Slide 7], serta menjaga kebersihan gigi palsu lepasan dengan menyikatnya di bawah air mengalir dan merendamnya saat tidur [Slide 8].

Sesi Interaktif dan Semarak Game Labirin

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu langsung oleh Plt. Perbekel Sebatu, I Gede Bawa Sujana. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan dan pola makan sehari-hari.

Menambah keceriaan kelas, panitia menyisipkan sesi stimulasi kognitif dan motorik lewat game labirin. Permainan ini berlangsung interaktif dan memicu gelak tawa para lansia. Di akhir sesi, panitia memberikan apresiasi berupa hadiah sikat gigi dan pasta gigi kepada 3 orang pemenang game, yang sekaligus menjadi kampanye praktis untuk menjaga kebersihan gigi di rumah.

Melalui pelaksanaan Sekolah Lansia yang konsisten dan menyentuh aspek-aspek mendasar seperti ini, Pemerintah Desa Sebatu optimis dapat mewujudkan ekosistem desa yang ramah lansia, ramah keluarga, serta mewujudkan warga senior yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat (SMART).widyawangsa-operator


Berita ini ditayangkan sebagai bentuk transparansi kegiatan pembangunan sumber daya manusia yang inklusif oleh Pemerintah Desa Sebatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *