Website Resmi Desa Sebatu

Sebatu, 9 September 2026 — Unit Ketahanan Pangan BUMDes Nawa Dana Desa Sebatu melaksanakan panen perdana usaha penggemukan babi pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Desa Sebatu bersama BUMDes Nawa Dana dalam mengembangkan sektor ketahanan pangan sekaligus membangun unit usaha produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

Pada panen perdana tersebut, sebanyak 10 ekor babi berhasil dipanen dengan total berat mencapai 1 ton 40 kilogram. Hasil panen perdana ini menjadi momentum penting dalam perjalanan Unit Ketahanan Pangan BUMDes Nawa Dana, khususnya dalam mengembangkan usaha peternakan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan panen turut dihadiri oleh Plt. Perbekel Sebatu, I Gede Bawa Sujana, S.Sos., M.I.Kom, didampingi oleh Pendamping Desa Kecamatan Tegallalang, Ni Wayan Eka Anggawati, S.Pd. Hadir pula Direktur BUMDes Nawa Dana, Pande Putu Suwarja Ariana, S.E.; Sekretaris BUMDes, I Nyoman Triana Widhiarsa; serta Kepala Unit Ketahanan Pangan BUMDes, Ni Wayan Novi Indayani.

Implementasi Ketahanan Pangan Desa

Pengembangan usaha penggemukan babi ini merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Melalui pengelolaan oleh pemerintah desa dan BUMDes, dana desa diarahkan untuk mendukung kegiatan produktif yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kemandirian desa.

Pemerintah Desa Sebatu melihat sektor peternakan sebagai salah satu bidang yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Selain memiliki pasar yang cukup kuat, usaha penggemukan babi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi lokal apabila dikelola dengan perencanaan, manajemen, dan pengawasan yang baik.

Langkah Awal Menumbuhkan PADes

Plt. Perbekel Sebatu, I Gede Bawa Sujana, S.Sos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa panen perdana ini merupakan sebuah langkah awal dalam membangun unit bisnis ketahanan pangan yang dikelola desa.

Menurutnya, pengembangan usaha tersebut diharapkan tidak berhenti hanya pada kegiatan produksi dan penjualan ternak, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa.

“Ini merupakan salah satu langkah awal untuk menumbuhkan Pendapatan Asli Desa melalui bisnis ketahanan pangan desa. Kita berharap usaha ini dapat dikelola secara profesional, berkembang dan memberikan manfaat bagi desa serta masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, usaha penggemukan babi tersebut juga diharapkan dapat menjadi embrio dalam menciptakan stabilitas dan keteraturan harga pasar babi di Desa Sebatu. Dengan adanya unit usaha yang dikelola desa, diharapkan ke depan desa memiliki peran yang lebih besar dalam melihat perkembangan harga, kebutuhan pasar, serta potensi pengembangan usaha peternakan di wilayah Desa Sebatu.

Diharapkan Berkelanjutan dan Berkembang

Panen perdana sebanyak 10 ekor dengan total berat 1.040 kilogram menjadi evaluasi sekaligus pengalaman awal bagi BUMDes Nawa Dana dalam menjalankan usaha ketahanan pangan. Berbagai aspek, mulai dari pemeliharaan, pakan, kesehatan ternak, masa penggemukan, hingga pemasaran akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan hasil pada periode berikutnya.

Pemerintah Desa Sebatu berharap Unit Ketahanan Pangan BUMDes Nawa Dana dapat terus berkembang dan dikelola secara berkelanjutan. Ke depan, usaha ini diharapkan tidak hanya mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sebatu.

Panen perdana ini sekaligus menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan desa dapat diarahkan menjadi kegiatan ekonomi produktif, dengan pengelolaan yang terencana dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dengan semangat kolaborasi antara Pemerintah Desa, BUMDes, pendamping desa, dan masyarakat, Unit Ketahanan Pangan BUMDes Nawa Dana diharapkan dapat terus tumbuh menjadi salah satu unit usaha unggulan Desa Sebatu. Panen perdana, langkah pertama. Dari ketahanan pangan menuju kemandirian dan peningkatan ekonomi desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *