
Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, tampil memukau dalam pawai budaya serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-254 Kabupaten Gianyar yang digelar Kamis (17/4/2025) sore lalu. Mengusung tema “Aci Pertiwi”, Sebatu menampilkan harmoni antara manusia dan alam melalui kekayaan adat sembilan desa adat yang tergabung di wilayahnya.
Sebagai duta Kecamatan Tegalalang, Sebatu menjadi pembuka pawai budaya yang berlangsung di Kota Gianyar. Ketua Panitia Pawai Budaya Desa Sebatu, Kami mengusung tema yang selaras dengan spirit Tri Hita Karana—konsep keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan. “Aci artinya memelihara dan Pertiwi berarti alam. Jadi, Aci Pertiwi bermakna memelihara alam, yang kami tampilkan melalui ragam persembahan adat dari masing-masing desa adat,”

Pawai kali ini melibatkan 548 orang, termasuk para penari, tim kreatif, panitia, dan warga lintas generasi dari sembilan banjar adat. Setiap banjar menyajikan kekhasan tradisi mereka dalam koreografi dan kostum yang sarat makna simbolik.


Latihan dimulai sejak pertengahan Januari, setelah panitia dibentuk. Latihan berlangsung di masing-masing banjar selama sekitar 15–20 hari. Cuaca memang sempat jadi tantangan—hujan, angin, bahkan petir, tapi Astungkara semua bisa teratasi.