Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU, – Pemerintah Desa Sebatu menunjukkan komitmen serius dalam perlindungan masyarakat melalui penguatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana. Dalam kegiatan bertajuk “Refresher TRC Sebatu 2026“, para personil tim dibekali kemampuan teknis sebagai garda terdepan penanganan darurat yang kini terhubung langsung dengan sistem Gianyar Command Center 112.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Perbekel Sebatu, I Wayan Tangsi Asrama, bersama Sekretaris Desa, I Gede Bawa Sujana, S.Sos.,M.I.Kom, serta Ketua BPD Sebatu, I Made Adnyana.

TRC Sebagai “Mata dan Telinga” Desa

Dalam pelatihan tersebut, ditekankan bahwa TRC Desa Sebatu memiliki peran krusial sebagai first responder atau pemberi respon pertama saat terjadi musibah. Mengingat kondisi geografis wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti tanah longsor dan pohon tumbang, kesiapsiagaan tim menjadi harga mati.

“TRC Desa bukan sekadar relawan, mereka adalah mata, telinga, dan tangan dari sistem komando di lapangan. Kecepatan mereka memberikan informasi valid sangat menentukan ketepatan bantuan yang akan dikirimkan oleh kabupaten,” ujar narasumber dalam sesi paparan materi.

Integrasi Gianyar Command Center 112

Salah satu poin utama dalam penyegaran kapasitas tahun ini adalah pemanfaatan layanan darurat Call Center 112. Personil TRC dilatih untuk mengirimkan laporan cepat dengan format yang akurat, mencakup:

  1. Lokasi Presisi: Pengiriman titik koordinat (share loc).
  2. Jenis Kejadian: Klasifikasi bencana (longsor, kebakaran, medis, dll).
  3. Data Korban: Informasi jumlah dan kondisi korban di lokasi.
  4. Aksesibilitas: Kepastian apakah jalur evakuasi dapat dilalui kendaraan berat atau tidak.

Dengan terintegrasinya TRC Sebatu ke sistem 112, diharapkan hambatan komunikasi yang selama ini sering memicu keterlambatan respon dapat diminimalisir secara signifikan.

Edukasi dan Mitigasi Berkelanjutan

Selain penanganan saat bencana (tanggap darurat), TRC juga didorong untuk proaktif dalam fase pra-bencana. Hal ini meliputi sosialisasi kepada warga, pemetaan wilayah rawan di tingkat banjar dinas, hingga pemeliharaan peralatan evakuasi secara rutin.

Perbekel Sebatu, I Wayan Tangsi Asrama, dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap penguatan tim ini. “Keamanan dan keselamatan warga adalah prioritas kami. Dengan tim yang terlatih dan didukung teknologi komunikasi yang cepat, kita ingin mewujudkan Desa Sebatu yang tangguh dan tanggap terhadap bencana,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan publik Desa Sebatu, khususnya dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di tengah tantangan cuaca dan potensi bencana alam. widyawangsa-operator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *