Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu terus konsisten dalam meningkatkan kualitas hidup warga senior melalui program pendidikan non-formal yang berkelanjutan. Pada Selasa (28/7/2026), bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Sebatu, telah sukses dilaksanakan Pertemuan ke-3 Sekolah Lansia “Sila Wedha Paripurna”.

Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari Sekretaris Desa Sebatu beserta Panitia Penyelenggara Sekolah Lansia Desa Sebatu. Kehadiran jajaran perangkat desa ini menegaskan bahwa pemberdayaan lansia merupakan bagian integral dari strategi pembangunan manusia di tingkat akar rumput.

Menanamkan 8 Fungsi Keluarga

Dalam sesi ini, narasumber ahli Putu Sawitri, A.Md.Keb., S.KM., M.Kes., yang merupakan Penyuluh KB Ahli Muda dari BKKBN/DP3P2KB Kabupaten Gianyar, memaparkan materi krusial mengenai “8 Fungsi Keluarga dan Peran Lansia dalam Pembangunan Keluarga”.

Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa keluarga adalah tempat perlindungan dan bernaung bagi seluruh anggotanya untuk menumbuhkan rasa aman dan kehangatan. Putu Sawitri menekankan bahwa lansia akan merasa jauh lebih bahagia jika hidup dalam lingkungan keluarga, anak, dan cucu, karena mereka akan merasa lebih terlayani, terawat, serta terlindungi.

Peran Strategis Lansia sebagai Teladan

Materi tersebut merinci peran aktif lansia dalam setiap fungsi keluarga, di antaranya:

Menuju Lansia Tangguh dan SMART

Program ini sejalan dengan strategi nasional yang tertuang dalam Perpres RI Nomor 88 Tahun 2021 untuk mewujudkan lansia yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat. Melalui penerapan 7 Dimensi Lansia Tangguh—yang meliputi dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan—diharapkan para peserta dapat mengatasi berbagai perubahan degenerasi yang dialami dalam fase kehidupan.

“Lansia bukanlah penyakit, melainkan proses degenerasi alami yang dialami setiap orang dalam fase kehidupannya,” tegas pemapar dalam materi tersebut. Pesan utama yang ditekankan adalah bahwa meskipun memasuki masa lansia berarti menghadapi penurunan fisik, menjadi lansia sehat tetaplah sebuah pilihan yang harus diupayakan melalui perilaku hidup sehat (fisik, mental, dan sosial).

Acara ditutup dengan semangat pengabdian diri yang tinggi. Dengan moto “Kita Pasti Tua”, Desa Sebatu melalui Sekolah Lansia Sila Wedha Paripurna berkomitmen untuk terus mendampingi para penglingsir agar tetap berdaya dan menjadi anugerah bagi keluarga masing-masing.


Berita ini disusun sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik Pemerintah Desa Sebatu dalam mendukung program nasional pembangunan keluarga yang inklusif. widyawangsa-operator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *