Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU – Langkah progresif diambil oleh Pemerintah Desa Sebatu dalam membangun ruang kreasi dan mencetak calon pemimpin masa depan. Pada Rabu (26/8/2026), bertempat di Desa Sebatu, sukses digelar musyawarah besar bertajuk “Suksesi Karang Taruna Nawa Taruna Eka Karya Sebatu”. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi reaktivasi lembaga kepemudaan resmi di tingkat desa.

Acara krusial ini dipimpin langsung oleh Plt. Perbekel Sebatu, I Gede Bawa Sujana, S.Sos., M.I.Kom, didampingi oleh Staf Kasi Pemerintahan, I Wayan Adi Suka Arsana, SE. Kehadiran jajaran pemerintah desa menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan ruang, fasilitasi, serta dukungan pembinaan bagi generasi muda.

Demokrasi di Tangan Anak Muda

Uniknya, setelah pembukaan resmi, jalannya musyawarah pemilihan pengurus inti dan koordinator bidang diserahkan sepenuhnya kepada anak muda. Sidang pleno dipimpin langsung oleh anggota termuda, Ni Wayan Julia Pramesti Maharani. Hal ini membuktikan bahwa pemuda Desa Sebatu diberikan kepercayaan penuh untuk menentukan arah organisasinya sendiri.

Dari hasil musyawarah mufakat, I Wayan Cita Wardita, SE resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nawa Taruna Eka Karya untuk masa bakti Periode 2026–2029. Dalam menjalankan roda organisasi, ia akan didukung oleh formasi kepengurusan yang solid:

Prinsip Kemandirian: Ide dari Pemuda, Didukung oleh Desa

Reaktivasi Karang Taruna ini digagas bukan sekadar untuk menjalankan program formalitas pemerintah desa, melainkan sebagai wadah sosial kepemudaan resmi berskala nasional. Lembaga ini diproyeksikan menjadi tempat belajar berorganisasi, menyampaikan gagasan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mengurai masalah sosial.

Pemerintah Desa menekankan prinsip kemandirian pemuda yang berbunyi: “Pemuda yang mempunyai gagasan, pemuda yang menyusun kegiatan, pemuda yang melaksanakan, dan desa yang memberikan ruang serta dukungan”.

Mengenai pendanaan kegiatan, ditekankan bahwa program Karang Taruna tidak serta-merta mendapatkan anggaran operasional instan. Sebaliknya, Karang Taruna didorong untuk menyusun usulan program yang sistematis untuk diperjuangkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) agar masuk dalam skala prioritas anggaran APBDes. Alur yang dibangun adalah transparansi dan akuntabilitas: Ide Pemuda → Usulan Kegiatan → Pembahasan → Musdes → Prioritas Desa → Penganggaran → Pelaksanaan → Pertanggungjawaban.

Enam Pilar Bidang Kerja Siap Bergerak

Untuk mengakomodasi potensi pemuda yang multitalenta, struktur kepengurusan baru ini diperkuat oleh enam kepala bidang strategis:

  1. Bidang I (Pendidikan dan Pelatihan) : Dipimpin oleh Ni Putu Riris Riyanti, S.Pd. Fokus pada pembinaan kompetensi dasar dan intelektual pemuda.
  2. Bidang II (Usaha Kesejahteraan Sosial) : Dipimpin oleh I Wayan Sucipta Dirgayusa. Fokus pada aksi sosial, donor darah, dan kerelawanan.
  3. Bidang III (Olahraga, Seni dan Budaya) : Dipimpin oleh I Kadek Adi Supadma Atmaja, S.Sn. Fokus pada pembinaan atlet muda, pementasan seni, dan pelestarian budaya Bali.
  4. Bidang IV (Pengembangan Ekonomi dan Web) : Dipimpin oleh Ni Made Deva Pramastya. Fokus pada UMKM kreatif, pemasaran digital, dan publikasi potensi desa.
  5. Bidang V (Kerohanian dan Mental) : Dipimpin oleh Ni Kadek Pratiwi. Fokus pada pembinaan mental spiritual kepemudaan.
  6. Bidang VI (Hubungan Masyarakat) : Dipimpin oleh I Wayan Gina Suardika. Fokus pada kemitraan eksternal dan dokumentasi kegiatan desa.

Dengan terbentuknya kepengurusan yang inklusif dan terstruktur ini, krama Desa Sebatu menaruh harapan besar di pundak generasi muda Nawa Taruna Eka Karya agar mampu membawa perubahan positif, melahirkan inovasi, dan menjadi garda terdepan dalam pembangunan desa.widyawangsa-operator


Berita ini disiarkan secara resmi melalui Laman Informasi Publik Desa Sebatu sebagai bentuk apresiasi terhadap kebangkitan pemuda desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *