Website Resmi Desa Sebatu

SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu terus menunjukkan konsistensinya dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya para warga senior. Pada Senin (24/8/2026), Sekolah Lansia Desa Sebatu memasuki Pertemuan ke-5 dengan fokus pembahasan yang sangat vital bagi kesehatan fisik para peserta.

Acara yang berlangsung tertib ini didampingi langsung oleh Plt. Perbekel Sebatu, I Gede Bawa Sujana, S.Sos., M.I.Kom, bersama seluruh jajaran panitia Sekolah Lansia Desa Sebatu. Sebelum kelas edukasi dimulai, panitia terlebih dahulu melakukan screening kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu (GDS) bagi seluruh siswa lansia guna memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan aman.

Deteksi Dini dan Edukasi Penyakit Kronis

Edisi kali ini menghadirkan narasumber ahli di bidang keperawatan, Ns. Ni Wayan Sri Udayani, S.Kep, yang membedah tema krusial: “Hipertensi, Jantung, Diabetes Mellitus, dan Stroke pada Lansia”. Keempat penyakit ini kerap menjadi momok karena sifatnya yang sering kali tanpa gejala (silent killer) namun berakibat fatal jika diabaikan.

Narasumber memaparkan bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan fungsi alami seperti berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Kondisi ini memicu kerentanan terhadap hipertensi (tekanan darah tinggi), yang secara klinis ditunjukkan jika tekanan sistolik melebihi 130 mmHg dan diastolik di atas 80 mmHg. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, hipertensi dapat merusak organ vital lainnya seperti ginjal, mata, hingga memicu demensia vaskular.

Sinergi Ancaman: Kombinasi Hipertensi dan Diabetes Lipatgandakan Risiko Stroke

Satu fakta medis penting yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah hubungan erat antar-penyakit kronis tersebut. Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita Diabetes Mellitus (DM) dapat merusak dinding pembuluh darah.

“Kombinasi antara hipertensi dan diabetes mellitus dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke hingga 2 sampai 4 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak memiliki kedua kondisi tersebut,” jelas Ns. Sri Udayani dalam pemaparan materinya.

Oleh karena itu, pengenalan gejala awal stroke—seperti wajah mati rasa/menurun sebelah, kesulitan berbicara, serta kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh—harus dipahami secara cepat agar penderita bisa segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah Nyata Pencegahan di Masa Tua

Untuk mengantisipasi ancaman penyakit kardiovaskular dan metabolik ini, para lansia diajak untuk menerapkan pola hidup sehat secara disiplin, antara lain:

  1. Pola Makan Sehat: Memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan kaya antioksidan (seperti alpukat, apel, dan beri), serta ikan kaya omega-3 (salmon, tuna, bandeng). Di sisi lain, konsumsi garam, kafein berlebih, makanan cepat saji, alkohol, dan soda wajib dibatasi.
  2. Aktivitas Fisik Rutin: Melakukan olahraga ringan minimal 30 menit sehari, seperti jalan kaki santai, senam lansia, atau bersepeda.
  3. Manajemen Stres dan Istirahat: Menghindari stres berlebih yang dapat memicu fluktuasi hormon serta menjaga berat badan tetap ideal.
  4. Kepatuhan Medis: Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, memantau GDS (yang idealnya di bawah 200 mg/dL untuk lansia), serta mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter.

Melalui pertemuan kelima ini, Pemerintah Desa Sebatu berharap para lansia tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik gratis, tetapi juga dibekali pengetahuan medis praktis agar mampu mandiri dalam mengelola kesehatan mereka di lingkungan keluarga.widyawangsa-operator


Berita ini ditayangkan sebagai bentuk transparansi informasi publik dan komitmen Pemerintah Desa Sebatu dalam mewujudkan masyarakat desa yang sehat, produktif, dan tangguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *