
Tradisi Nyacahin di Desa Adat Sebatu merupakan upacara/piodalan yang dilaksanakan 6 hari setelah Ida Betara Ngadeg atau ngekes berata di mana masyarakat di Desa Adat Sebatu tidak boleh untuk mencukur rambut, memotong kuku, dan melaksanakan persembahyangan selama 12 hari. Tradisi ini menjadi daya tarik bagi wisatawan dan juga media yang sering datang berkunjung di hari tradisi ini dilaksanakan setiap tahunnya.

Nyacahin digelar di Pura Desa Lan Puseh DA Sebatu di mana krama menghaturkan banten yang terbilang unik. Banten ini disebut dengan tegen-tegenan yang berupa dua banten yang digabungkan menggunakan bambu kemudian diangkat atau ‘ditegen’ untuk dihaturkan di Pura. Selain di Desa Adat Sebatu, di Desa Adat lain seperti Desa Adat Jati, Desa Adat Jasan, Desa Adat Tegalsuci dan lainnya juga melaksanakan upacara nyacahin dengan beberapa kesamaan dengan Desa Adat Sebatu dan juga dengan filosofi yang terkait.
