SEBATU – Pemerintah Desa Sebatu melakukan langkah besar dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Pelaksanaan Posyandu Siklus Hidup pada Kamis (22/1/2026). Bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Sebatu, kegiatan ini menjadi tonggak awal integrasi layanan kesehatan primer yang mencakup seluruh kelompok usia warga desa.

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Perbekel Sebatu, I Wayan Tangsi Asrama, Sekretaris Desa Sebatu, I Gede Bawa Sujana, S.Sos., M.I.Kom, Sekretaris BPD Sebatu, serta seluruh kader kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat banjar.
Dalam sambutannya, Perbekel Sebatu menekankan bahwa Posyandu Siklus Hidup bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya komprehensif untuk meningkatkan derajat kesehatan warga secara menyeluruh. Beliau berharap komitmen bersama ini dapat menekan angka stunting, mencegah penyakit tidak menular (PTM), dan memastikan kehadiran layanan kesehatan bagi seluruh warga, mulai dari ibu hamil hingga lansia.
Integrasi Layanan dan Penguatan Kader
Program ini berlandaskan regulasi kuat, yakni UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI terkait Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Berbeda dengan posyandu konvensional, Posyandu Siklus Hidup menerapkan Alur Pelayanan 5 Meja yang sistematis: mulai dari pendaftaran, penimbangan/pengukuran, pencatatan hasil, penyuluhan kesehatan, hingga pelayanan kesehatan dasar oleh tenaga medis.


Selain layanan di tempat, desa juga mewajibkan Kunjungan Rumah minimal satu kali dalam sebulan bagi sasaran yang berhalangan hadir ke posyandu untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari pantauan kesehatan.
Sekretaris Desa Sebatu, I Gede Bawa Sujana, dalam arahannya memaparkan aspek teknis termasuk standarisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kini disesuaikan dengan kebutuhan gizi spesifik tiap kelompok usia, mulai dari bubur tim bagi bayi hingga nasi jinggo sehat untuk lansia. Beliau juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi dan pelaporan yang kini dilakukan secara terintegrasi melalui kader kesehatan.
Apresiasi dan Harapan Masa Depan

Kabar menggembirakan juga disampaikan dalam forum tersebut. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader, Pemerintah Desa Sebatu secara resmi menaikkan insentif bagi seluruh kader (KPM, Posyandu Balita, BKB, BKL, BKR, dan Kesling) terhitung mulai Januari 2026.
Acara ditutup dengan sesi diskusi mengenai koordinasi antar pemangku kepentingan. Desa Sebatu menaruh harapan besar pada dukungan penuh para Kelihan Banjar Dinas untuk memberikan perlindungan sosial dan dukungan moril bagi para kader di lapangan. Melalui sinergi ini, Desa Sebatu optimis dapat mewujudkan visi “Ibu Sehat, Anak Cerdas, Keluarga Bahagia” melalui layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas.
——————————————————————————–
Berita ini merangkum komitmen serius Pemerintah Desa Sebatu dalam mengawal kesehatan publik melalui inovasi layanan yang modern, manusiawi, dan berkelanjutan. widyawangsa | operator