Sebatu, 14 Pebruari 2026 — Pemerintah Desa Sebatu kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 melalui Roadshow #2 yang dipusatkan di Desa Adat Bonjaka pada hari Sabtu, 14 Pebruari 2026. Pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan Hari Valentine internasional, yang dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai identitas dan roh kebudayaan Bali.

Tema Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 adalah “ATMA Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, yang secara filosofis mengandung makna penyucian dan pemuliaan jiwa melalui penguatan nilai-nilai bahasa, sastra, dan aksara Bali. Di Desa Sebatu, tema ini dijabarkan melalui Sub Tema “Ngupapira Jagat Bali Antuk Ngardi Ening Pikayunan Sida Rumaket Menyama Braya,” yang menekankan pentingnya membangun kejernihan pikiran serta mempererat persaudaraan (manyama braya) sebagai fondasi menjaga keharmonisan jagat Bali.

Roadshow Kedua, Wujud Sinergitas Desa Dinas dan Desa Adat
Kegiatan ini merupakan roadshow kedua yang dilaksanakan Pemerintah Desa Sebatu pada Tahun 2026. Sistem roadshow ini dirancang agar pelaksanaan Bulan Bahasa Bali dapat menjangkau seluruh Desa Adat secara bergiliran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Desa Dinas dan Desa Adat.
Perbekel Sebatu, I Wayan Tangsi Asrama, menegaskan bahwa pola pelaksanaan secara bergilir ini bukan hanya strategi teknis, melainkan bentuk komitmen membangun harmonisasi kelembagaan di Desa Sebatu.
“Ini merupakan bentuk nyata kami dalam menjalin harmonisasi antara Desa Adat dan Desa Sebatu. Pelestarian bahasa Bali tidak bisa berjalan sendiri, harus dilaksanakan secara gotong royong dan berkelanjutan,” ungkap beliau dalam sambutannya.


Panitia Dibentuk Sejak Awal Tahun
Ketua Panitia Pelaksana Bulan Bahasa Bali Desa Sebatu Tahun 2026, I Wayan Wira Ryandika, S.Pd.,M.Pd yang juga menjabat sebagai Ketua ST Bhakti Yasa Desa Adat Bonjaka, menyampaikan bahwa panitia telah resmi dibentuk pada tanggal 12 Januari 2026 berdasarkan Keputusan Perbekel Sebatu.
Sejak pembentukan tersebut, panitia langsung bergerak melakukan koordinasi dengan seluruh Desa Adat di wilayah Desa Sebatu. Informasi resmi dikirimkan agar masing-masing Desa Adat dapat mempersiapkan kontingen terbaiknya untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan dan pementasan yang dilaksanakan pada tanggal 14 Pebruari 2026.


Dalam pelaksanaannya, seluruh pendanaan kegiatan dianggarkan melalui APBDes Sebatu Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, dukungan fasilitas tempat, sarana prasarana, serta sumber daya manusia disiapkan oleh Desa Adat Bonjaka sebagai tuan rumah pelaksanaan Roadshow #2.
Ketua Panitia juga menambahkan bahwa demi menjaga kualitas dan objektivitas perlombaan, dewan juri yang dilibatkan berasal dari kalangan profesional dan instansi independen, serta tidak berasal dari internal Desa Sebatu.
“Hal ini kami lakukan agar penilaian berjalan objektif, transparan, dan berkualitas sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Bendesa Adat Bonjaka
Apresiasi dari Desa Adat Bonjaka
Bendesa Adat Bonjaka, I Made Mandita, menyampaikan apresiasi atas metode kolaboratif yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Sebatu.
“Kami sangat mengapresiasi metode pelaksanaan yang dilaksanakan Pemerintah Desa Sebatu. Sinergitas ini memperkuat hubungan antara Desa Dinas dan Desa Adat dalam menjaga budaya Bali,” ujarnya.

Sekretaris Desa Sebatu
Pendanaan dari APBDes Sebatu Tahun 2026
Sekretaris Desa Sebatu, I Gede Bawa Sujana,S.Sos.,M.I.Kom menjelaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 bersumber dari APBDes Sebatu Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran kurang lebih Rp84.000.000,- yang berasal dari SILPA PHB Tahun 2025.
Beliau menegaskan bahwa karena pelaksanaan Bulan Bahasa Bali wajib dilaksanakan pada bulan Pebruari (awal tahun), maka perencanaan anggaran telah dipersiapkan sejak awal agar kegiatan dapat dieksekusi tepat waktu. “Sesuai kesepakatan dalam Musyawarah Desa, dana pemberdayaan ini akan kembali dirasakan oleh masyarakat dalam bentuk hadiah perlombaan serta pembiayaan lain yang menunjang kegiatan. Jadi manfaatnya langsung kembali kepada krama desa,” jelasnya.

Ketua BPD Sebatu
Dorongan dari BPD Sebatu
Ketua BPD Sebatu, I Made Adnyana, menegaskan bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Desa Sebatu tidak hanya sebatas implementasi formal terhadap peraturan daerah maupun peraturan gubernur. “Yang lebih penting adalah bagaimana kita benar-benar menumbuhkan minat dan kesadaran masyarakat dalam melestarikan bahasa, sastra, dan aksara Bali secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.


kepada Desa Adat Tegalsuci
Menumbuhkan Cinta Bahasa di Hari Kasih Sayang
Pelaksanaan yang bertepatan dengan Hari Valentine dimaknai sebagai simbol cinta, bukan hanya antar sesama manusia, tetapi juga cinta terhadap warisan budaya sendiri. Melalui Roadshow #2 ini, Pemerintah Desa Sebatu berharap semangat manyama braya semakin kokoh, serta kecintaan generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan aksara Bali semakin tumbuh dan berkelanjutan.
Dengan semangat ATMA Kerthi Udiana Purnaning Jiwa, Desa Sebatu terus berkomitmen menjaga kelestarian budaya Bali sebagai warisan adiluhung bagi generasi masa depan. (Widyawangsa|operator).
Galeri Foto


























































